Kuis Pengtahuan Lingkungan Topic 14

Nama     : Cikal Gibran Amaro

NPM       : 2215061107

Kelas      : PSTI C

Dosen     : Rio Ariestia Pradipta, S.Kom, M.T.I.

 

                                                         POLUSI AIR


Pencemaran air di Indonesia saat ini semakin memprihatinkan. Pencemaran air dapat diartikan sebagai suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Perubahan ini mengakibatkan menurunnya kualitas air hingga ke tingkat yang membahayakan sehingga air tidak bisa digunakan sesuai peruntukannya. Fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dll juga mengakibatkan perubahan terhadap kualitas air, tapi dalam pengertian ini tidak dianggap sebagai pencemaran.


Penyebab Polusi Air

Air pada dasarnya adalah sumber daya alam yang sangat murni dan berasal dari dalam Bumi dengan keadaan yang masih bersih. Air yang tercemar merupakan air yang tidak murni lagi karena tercampur oleh berbagai macam bahan- bahan sisa olahan atau limbah, serta bahan- bahan kimia lainnya. Lalu, apa sih yang menyebabkan polusi air ini dapat terjadi? Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat menyebabkan polusi air atau pencemaran pada air:

1. Sampah

Penyebab pertama dari terjadinya polusi air adalah sampah. Sampah ini merupkan sebab yang sangat umum dan seringkali terjadi di berbagai tempat. Sampah yang merupakan bahan sisa pakai ini ditimbun dalam suatu tempat. Kemudian tempat tersebut secara sengaja digunakan sebagai lahan untuk membuang sampah. Ketika sampah ini menumpuk dalam jumlah yang sangat banyak, maka hal ini akan menyebabkan berbagi macam kerugian.

Diantaranya, tumpukan sampah tersebut ketika tekena hujan akan menyebabkan adanya air yang kotor. Kemudian air tersebut bisa saja mengalir ke sumber air dan akan mencemarinya. Selain itu, kasus sampah yang dibuang langsung ke sumber air juga akan menyebabkan pencemaran pada air.

2. Limbah

Selain sampah, limbah juga seringkali menjadi penyebab pencemaran air yang sangat umum ditemukan. Limbah-limbah yang mencemari sumber ini berasal dari berbagai macam kategori, seperti limbah pabrik, limbah pertokoan, atau limbah rumah tangga. Apapun jenis limbah tersebut, namun yang namanya limbah tetap saja akan membawa dampak buruk dan juga kotor. Sebenarnya untuk kategori limbah cair, bisa saja dibuang di dalam sumber air yang mengalir seperti sungai maupun laut.

Namun limbah cair yang boleh dibuang ke sumber air mengalir ini adalah limbah yang sudah diolah atau disaring sehingga sudah tidak terlalu berbahaya. Tetapi jika limbah cair yang dibuang langsung ke sumber air tanpa adanya proses pengolahan terlebih dahulu, maka akan menyebabkan berbagai  dampak buruk.

3. Penggunaan bahan peledak

Kemudian hal yang memicu terjadinya polusi air lainnya adalah penggunaan bahan peledak pada saat mencari ikan. Hal- hal semacam ini biasanya dilakukan oleh nelayan- nelayan yang tidak bertanggung jawab. Bahan peledak tersebut apabila digunakan akan dapat mematikan banyak sekali biota laut. Bukan hanya ikan saja namun juga hewan laut lainnya dan tumbuhan- tumbuhan laut lainnya.

4.Penyebab alami

Polusi air selain disebabkan oleh berbagai bahan kimia dan juga aktivitas manusia, ternyata juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor alami. Penyabab alami yang menyebabkan polusi air adalah seperti sisa metabolisme dari makhluk hidup yang diarahkan ke laut. Meningkatkan tingkat nutrisi atau kandungan bahan- bahan organik sebagai hasil dari metabolisme pencernaan akan mengakibatkan eutrofikasi.

Kendaraan bermotor

Kendaran bermotor juga berperan dalam pembentukan polusi air, bukan hanya polusi udara saja. Kendaraan bermotor yang menyebabkan asap beracun setiap hari ini, ketika dilepaskan ke udara akan mengakibatkan terjadinya kontak dengan air dan akan berubah menjadi asam korosif yang ringan seperti asam klorida ataupun sulfat. Setelah itu air akan turun ke Bumi sebagai wujud hujan asam.

Asam tersebut kemudaian merembes melalui tanah dan akan bercampur dengan air tanah (baca: ciri-ciri air tanah artesis). Air tanah yang tercemar ini kemudian akan digunakan untuk kebutuhan konsumsi

Itulah beberapa benda yang dapat menyebabkan terjadinya polusi air. Selain benda- benda yang telah disebutkan masih banyak lagi benda maupun aktivitas lain yang akan menyebabkan terjadinya polusi air. Kitapun terkadang lupa atau tidak menyadarai bahwa tindakan kita juga dapat menimbulkan polusi pada air.


Dampak Pencemaran Air di Lingkungan Sekitar


Pencemaran air berdampak luas, misalnya dapat meracuni sumber air minum,

meracuni makanan hewan, ketidakseimbangan ekosistem sungai dan danau,

pengrusakan hutan akibat hujan asam, dan sebagainya. Di badan air, sungai dan danau,

nitrogen dan fosfat (dari kegiatan pertanian) telah menyebabkan pertumbuhan

tanaman air yang di luar kendali (eutrofikasi berlebihan). Ledakan pertumbuhan ini

menyebabkan oksigen, yang seharusnya digunakan bersama oleh seluruh

hewan/tumbuhan air, menjadi berkurang. Ketika tanaman air tersebut mati,

dekomposisi mereka menyedot lebih banyak oksigen. Sebagai akibatnya, ikan akan mati,

dan aktivitas bakteri menurun. Dampak pencemaran air pada umumnya dibagi atas 4

kelompok, yaitu:


1. Dampak terhadap kehidupan biota air

Banyaknya zat pencemaran pada air limbah akan menyebabkan menurunnya kadar

oksigen terlarut dalam air tersebut. Sehingga mengakibatkan kehidupan dalam air

membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya. Akibat

matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan air secara alamiah yang seharusnya

terjadi pada air limbah juga terhambat. Panas dari industri juga akan membawa

dampak bagi kematian organisme, apabila air limbah tidak didinginkan terlebih

dahulu.

2. Dampak terhadap kualitas air tanah

Pencemaran air tanah oleh tinja yang biasa diukur dengan faecal coliform telah terjadi

dalam skala yang luas, hal ini dibuktikan oleh suatu survey sumur dangkal di Jakarta.

Banyak penelitian yang mengindikasikan terjadinya pencemaran tersebut.

3. Dampak terhadap kesehatan

Peran air sebagai pembawa penyakit menular bermacam-macam antara lain:

 Air sebagai media untuk hidup mikroba pathogen,

 Air sebagai sarang insekta penyebar penyakit,

 Jumlah air yang tersedia tidak cukup, sehingga manusia bersangkutan tak dapat

membersihkan diri,

Air sebaga media untuk hidup vector penyakit.

4. Dampak terhadap estetika lingkungan

Dengan semakin banyaknya zat organik yang dibuang ke lingkungan perairan, maka

perairan tersebut akan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan bau yang

menyengat disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan.

Masalah limbah minyak atau lemak juga dapat mengurangi estetika lingkungan.


Penanggulangan Terjadinya Pencemaran Air


Pengolahan limbah industri sebelum dibuang ke tempat pembuangan, dialirkan

ke sungai atau selokan hendaknya dikumpulkan di suatu tempat yang disediakan,

kemudian diolah, agar bila terpaksa harus dibuang ke sungai tidak menyebabkan

terjadinya pencemaran air. Bahkan kalau dapat setelah diolah tidak dibuang ke sungai

melainkan dapat digunakan lagi untuk keperluan industri sendiri. Sampah padat dari

rumah tangga berupa plastik atau serat sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh

mikroorganisme dipisahkan, kemudian diolah menjadi bahan lain yang berguna,

misalnya dapat diolah menjadi keset. Sampah organik yang dapat diuraikan oleh

mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian kalau sudah membusuk dapat

digunakan sebagai pupuk.


Untuk mencegah agar tidak terjadi pencemaran air, dalam aktivitas kita dalam

memenuhi kebutuhan hidup hendaknya tidak menambah terjadinya bahan pencemar

antara lain tidak membuang sampah rumah tangga, sampah rumah sakit,

sampah/limbah industri secara sembarangan, tidak membuang ke dalam air sungai,

danau ataupun ke dalam selokan. Tidak menggunakan pupuk dan pestisida secara

berlebihan, karena sisa pupuk dan pestisida akan mencemari air di lingkungan tanah

pertanian. Tidak menggunakan deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan

makanan bagi tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air.


Pencemaran air yang telah terjadi secara alami misalnya adanya jumlah logamlogam berat yang masuk dan menumpuk dalam tubuh manusia, logam berat ini dapat

meracuni organ tubuh melalui pencernaan karena tubuh memakan tumbuh-tumbuhan

yang mengandung logam berat meskipun diperlukan dalam jumlah kecil. Penumpukan

logam-logam berat ini terjadi dalam tumbuh-tumbuhan karena terkontaminasi oleh

limbah industri. Untuk menanggulangi agar tidak terjadi penumpukan logam-logam

berat, maka limbah industri hendaknya dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke

lingkungan.

Proses pencegahan terjadinya pencemaran lebih baik daripada proses

penanggulangan terhadap pencemaran yang telah terjadi. Usaha-usaha tersebut dapat

dilakukan, diantaranya melalui menjaga air tanah agar tetap bersih misalnya:


1. Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau

pemukiman

2. Pembuangan limbah industri diatur sehingga tidak mencermari lingkungan atau

ekosistem

3. Pengawasan terhadap penggunaan jenis–jenis pestisida dan zat–zat kimia lain yang

dapat menimbulkan pencemaran

4. Memperluas gerakan penghijauan

5. Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran lingkungan

6. Memberikan kesadaran terhadap masyaratkat tentang arti lingkungan hidup sehingga

manusia lebih lebih mencintai lingkungan hidupnya

7. Melakukan intensifikasi pertanian


Siapa Saja Yang Harus Menerapkan Solusi-Solusi Ini


Dengan adanya ide atau solusi yang sudah dimiliki ini, maka seharusnya seluruh umat manusia sudah mulai menyadari betapa pentingnya kita untuk menjaga kebersihan air jangan sampai air terkena polusi. Karena air adalah sumber yang penting di segala aspek kehidupan di bumi ini.


Sumber : 

https://umumsetda.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/pencemaran-air-di-indonesia-18

https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hidrologi/polusi-air

PENCEMARAN AIR PENGERTIAN, PENYEBAB DAN DAMPAKNYA Disusun oleh : Dadan Rukandar, Disadur dari Susi Efrianti, S.TP, menurunnya kualitas air akibat kerusakan lingkungan

© 2004 Lina Warlina Posted 6 June 2004 Makalah pribadi Pengantar ke Falsafah Sains (PPS702) Sekolah Pasca Sarjana / S3 Institut Pertanian Bogor June 2004 Dosen: Prof. Dr. Ir. Rudy C. Tarumingkeng PENCEMARAN AIR: SUMBER, DAMPAK DAN PENANGGULANGANNYA



 

 

Komentar

Postingan Populer